Selasa, 09 Desember 2014

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR SISWA DAN UPAYA MENINGKATKANNYA


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR SISWA DAN UPAYA MENINGKATKANNYA

Fitriana Rahmawati
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Abstrak
Minat belajar setiap siswa memang beragam, ada siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi ada pula yang memiliki minat belajar yang rendah. Sering kali kita menginginkan hasil dari proses belajar siswa dengan mematok nilai sekian dan menganggap siswa yang belum mencapai nilai tersebut sebagai siswa yang gagal, tanpa kita ketahui alasannya yang jelas mengapa sampai ada sebagian siswa yang tidak tuntas mencapai patokan tersebut. Padahal hakikat dari belajar bukanlah melalui hasil, melainkan proses. Proses belajar inilah yang perlu kita evaluasi untuk mencari titik kelemahan siswa sehingga dapat kita ketahui, lalu segera diambil tidakan supaya siswa yang belum tuntas dapat mencapai nilai yang lebih baik lagi. Bentuk evaluasi ini berupa upaya menggali seberapa dalam pengaruh faktor-faktor belajar siswa terhadap kiat belajar siswa. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi belajar inilah kita dapat mengupayakan agar kiat belajar siswa dapat ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kiat belajar siswa yaitu dengan kembali memperhatikan faktor-faktor yang mendorong perbuatan belajar, memahami kondisi siswa dan menggunakan teori kebutuhan dasar manusia sebagai tolok ukurnya.
Kata kunci: faktor-faktor belajar, teori kebutuhan dasar manusia.

A.      PENDAHULUAN
Dalam sebuah kelas kelas kita dapat menemukan adanya bemacam-macam nilai yang menggambarkan hasil belajar beberapa siswa. Materi pelajaran sama, jam pelajaran sama dan kesempatan untuk aktif di dalam kelas juga sama, namun masih saja ada siswa yang belum mencapai nilai batas KKM dalam suatu pelajaran. Kasus demikian terjadi di SMK yang saya gunakan untuk pengambilan sample. Bermula dari kasus inilah, tentu ada faktor lain yang dapat mempengaruhi proses belajar siswa. Kita harus sadar betul apa saja faktor yang memengaruhi kiat belajar siswa. Dengan merumuskan faktor-faktor tersebut kita akan tahu apa strategi yang tepat untuk mengatasi rendahnya kiat belajar siswa

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dengan teori kebutuhan dasar Maslow. Dengan demikian kita dapat mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa. Lalu akhirnya kita juga akan membahas bagaimana cara meningkatkan kiat belajar siswa.

Teori Dasar
Menurut uraian H. C. Witherigton dan Lee J. Cronbach Bapemsi, faktor-faktor serta kondisi yang mendorong perbuatan belajar bisa diringkas sebagai berikut:
1.      Situasi belajar (kesehatan jasmani, keadaan psikis, pengalaman dasar)
2.      Penguasaan alat-alat intelektual
3.      Latihan-latihan yang terpencar.
4.      Penggunaan unti-unit yang berarti.
5.      Latihan yang aktif.
6.      Kebaikan bentuk sistem.
7.      Efek penghargaan dan hukuman.
8.      Tindakan-tindakan pedagogis.
9.      Kapasitas dasar.
Situasi Belajar
a)      Kesehatan jasmani
Kekurangan gizi biasanya mempunyai pengaruh terhadap keadaan jasmani, mudah mengantuk, lekas lelah, dan sejenisnya. Selain kadar makanan, pengaturan waktu istirahat juga memengaruhi keadaan jasmani seorang siswa dan pada akhirnya juga berpengaruh pada kegiatan belajar siswa. Secara khusus, keadaan jasmani seorang siswa yang berkebutuhan khusus juga memengaruhi kegiatan belajar, misalnya seperti siswa yang memerlukan alat bantu kaca mata untuk melihat, dan siswa yang memiliki gangguan pada organ telinga, karena pada dasarnya panca indra adalah pintu gerbang ilmu pengetahuan, hal ini mengingatkan bahwa pengenalan dunia luar yang biasa disebut pengamatan, panca indra punya peranan penting.

b)      Keadaan psikis
Keadaan psikis meliputi faktor perhatian, kognitif, afektif dan motivasi. Perhatian merupakan pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu objek atau banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai aktivitas yang dilakukan. Faktor kognitif meliputi pengamatan, tanggapan, ingatan dan berpikir. Faktor afektif meliputi perasaan, emosi, dan suasana hati. Sedangkan yang terkhir adalah faktor motivasi, faktor ini merupakan keadaan jiwa individu yang mendorong untuk melakukan suatu perbuatan guna mencapai suatu tujuan.
c)      Pengalaman dasar
Garis besar megenai pengalaman dasar yaitu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk memahami konsep pengetahuan yang baru.

Penguasaan Alat-alat Intelektual
Penguasaan alat-alat intelektual tergantung kepada tuntutan-tuntutan lingkungan individu yang mungkin terjadi, seperti bahasa bilangan, membaca, menulis, mengarang, logika dan sebagainya.
Latihan-Latihan yang Terpencar
Belajar akan lebih efektif apabila periode latihan disusun terpencar, belajar 6 jam sehari lebih baik dipendekkan menjadi 3 hari, setiap hari 2 jam.
Penggunaan Unti-unit yang Berarti
Penggunaan unit-unit yang berarti maksudnya yaitu menggunakan suatu hal atau suatu barang yang berkaitan antara kehidupan nyata dengan materi yang akan dipelajari.
Latihan yang Aktif
Garis besar dari latihan yang aktif yaitu seseorang yang ingin belajar mengenai sesuatu tidak dapat diperoleh dengan cara yang instan, perlu adanya proses untuk mempelajarinya. Seperti misalnya orang yang ingin belajar naik sepeda tidak akan bisa naik sepeda jika hanya melihatnya, perlu latihan agar dapat naik sepeda, dan perlu adanya latihan yang berurang.
Kebaikan Bentuk Sistem
Garis besar kebaikan bentuk sistem yaitu siswa akan merasa lebih mudah jika menerapkan pembelajaran konsep terlebih dahulu baru setelah itu melakukan pembelajaran praktik. Ketepatan cara dan posisi akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar.

Efek Penghargaan dan Hukuman
Ada kalanya penghargaan dan hukuman disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan siswa. Misalnya, siswa yang pandai tentu dengan mudah akan mendapatkan penghargaan namun tidak untuk yang kurang pandai, maka perlu dipertimbangkan kriteria siswa yang seperti apa yang akan mendapatkan reward.
Tindakan-tindakan Pedagogis
Hal-hal yang dianggap bisa menghambat belajar peserta didik antara lain, kegagalan memahami siswa, meruak motif belajar yang sudah ada dengan mengubah cara belajar siswa, pengertian guru yang kurang jelas megenai materi, dengan demikian akan mengakibatkan siswa memahami konsep yang salah dan guru tidak mampu memberikan bimbingan yang baik.
Kapasitas Dasar
Kapasitas dasar yang dimiliki masing-masing siswa berbeda, dengan kapasitas yang berbeda, siswa berjalan dengan kecepatannya masing-masing dan mereka menangkap fakta-fakta dengan luas dan sempitnya daerah yang mereka miliki. Kapasitas perbedaan vertical dapat dilihat dari besarnya nilai tes IQ, sedangkan perbedaan kualitatif dapat dibedakan menjadi kecenderungan intelegen, estetis, motoris dan lain sebagainya.

Teori Kebutuhan Dasar Maslow
Suatu sifat dipandang sebagai kebutuhan dasar bila memenuhi syarat berikut; ketidak-hadirannya menimbulkan penyakit, kehadirannya menghindarkan penyakit, pemulihannya menyembuhkan penyakit, orang yang sedang kekurangan kebutuhan ini cenderung memilih kebutuhan ini dibanding kebutuhan yang lainnya, kebutuhan ini tidak aktif atau secara fungsional tidak terdapat pada orang yang sehat. Maka dengan sifat tersebut, Maslow merumuskan kebutuhan dasar, kebutuhan itu adalah:
1.      Kebutuhan fisologis
Kebutuhan yang mendasar bagi manusia adalah kebutuhannya mempertahankan diri secara fisik, yaitu kebutuhan makan, minum, tempat berteduh, seks, tidur dan oksigen.


2.      Kebutuhan akan rasa aman
Seseorang yang tidak merasa aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas secara berlebihan serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak diharapkan.
3.      Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan akan kasih sayang
Kebutuhan ini muncul ketika kebutuhan yang pertama dan kedua terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Maslow sependapat dengan rumusan Carl Rogers tentang cinta, yaitu “keadaan dimengerti secara mendalam dan diterima dengan sepenuh hati.”
4.      Kebutuhan akan penghargaan
Setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan, yakni harga diri dan penghargaan atas diri orang lain.
5.      Kebutuhan akan aktualisasi diri
Kebutuhan ini memaparkan tentang kebutuhan psikologis untuk menumbuhkan, mengembangkan, dan menggunakan kemampuan.
6.      Hasrat untuk tahu dan memahami
Maslow berkeyakinan bahwa salah satu ciri mental yang sehat ialah adanya rasa ingin tahu.
7.      Kebutuhan estetik
Atas dasar pengalaman Maslow yang melihat lingkungan jorok membuat rasa jemu kepada mahasiswa maka Maslow memasukkan kebutuhan estetik sebagai kebutuhan dasar yang ke tujuh.

B.       METODE
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan. Dalam penelitian ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, dimana guru sangat berperan sekali dalam proses penelitian observasi siswa di kelas. Dalam bentuk ini, tujuan utama penelitian obsevasi siswa di kelas ialah untuk mendiskripsikan faktor –faktor yang mempengaruhi belajar siswa di kelas yaitu dengan cara cara memberikan pertanyaan dalam bentuk kuisioner untuk mereka isi sesuai dengan kondisi yang mereka alami. Masing-masing kelas diambil sampel sebanyak 5 sampel secara acak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data, fakta dan keadaan yang ada di lapangan. 
Tempat penelitian ini saya laksanakan  di salah satu SMK di Yogyakarta pada  tahun ajaran 2014-2015, semester gasal.
C.      PEMBAHASAN
Data Penelitian
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan pada pembahasan sebelumnya, bagian ini akan memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada hari Senin, 15 September 2014 terhadap sample siswa kelas XI di salah satu SMK Yogyakarta mengenai faktor-faktor yang memegaruhi belajar.
Daftar pertanyaan:

Situasi Belajar
(Kesehatan Jasmani)
1)      Saya membiasakan diri untuk sarapan sebelum berangkat sekolah.
2)      Setidaknya dalam sehari saya mengonsumsi buah dan sayur.
3)      Saya mudah terkena flu atau penyakit lainnya jika ada teman yang sedang sakit.
4)      Saya menggunakan kaca mata sebagai alat bantu untuk membaca.
5)      Saya sangat tergantung pada kaca mata untuk melihat.
6)      Saya pernah jatuh sakit sehingga membuat kegiatan belajar saya terganggu.
7)      Saya merasa suara guru dalam menjelaskan materi pelajaran kurang keras.
Situasi Belajar
(Kesehatan Psikis)





(Kognitif)

(Afektif)

(Motivasi)
8)      Saya merasa kurang mendapatkan perhatian ketika saya bertanya atau mengungkapkan gagasan dalam konteks pembelajaran.
9)      Saya lebih bersemangat jika ketika bertanya mendapatkan jawaban yang memuaskan dari guru.
10)  Saya lebih bersemangat jika ketika menjawab mendapatkan pujian atau apresiasi yang bagus dari guru.
11)  Saya memperoleh nilai yang baik pada mata pelajaran yang saya sukai.
12)  Saya memperoleh nilai yang baik pada mata pelajaran yang diajarkan oleh guru yang sering memberikan pujian atau apresiasi.
13)  Konsentrasi saya mudah terganggu jika ada siswa yang ramai.
14)  Saya sering merasa kesulitan memahami penjelasan materi dari guru.
15)  Saya merasa takut ketika kesulitan memahami materi pelajaran.
16)  Saya jarang terlambat sekolah meski jarak antara rumah  saya dengan sekolah lebih dari 5 km.
17)  Saya tidak berangkat ke sekolah jika orangtua tidak memberikan uang saku yang cukup.
Penggunaan Unit-unit yang berarti
18)  Saya merasa terbantu jika dalam proses pembelajaran menggunakan alat peraga atau gambar-gambar yang mendukung pembelajaran.
Kebalikan Bentuk Sistem
19)  Saya mudah mempelajari suatu hal jika saya semula belajar mengenai konsep baru setelah itu melakukan praktik.
Reward dan Hukuman
20)  Saya merasa lebih bersemangat jika saya mendapatkan reward (hadiah) atas hasil prestasi saya.
21)  Dengan penuh kesadaran, saya dapat menerima hukuman atas kemalasan saya dan saya menyadari itu adalah konsekuensi dari tindakan saya.
Tindakan-tindakan Pedagogis
22)  Saya merasa kurang percaya jika mendengar penjelasan guru yang kurang jelas dalam menjelaskan materi.
23)  Jika ada guru yang kurang jelas dalam menjelaskan materi, saya merasa tertantang untuk mencari dan mendalami materi dari sumber lain.
Kapasitas Dasar
24)  Saya merasa cukup puas atas prestasi yang saya raih hingga saat ini.
25)  Tes IQ yang pernah saya lakukan membuat saya semakin termotivasi untuk lebih giat belajar.


Hasil Kuisioner:
Faktor
SS
S
TS
STS
Situasi Belajar
(Kesehatan Jasmani)
1)      Kebiasaan sarapan.
2)      Konsumsi buah dan sayur.
3)      Daya tahan tubuh.
4)      Kaca mata sebagai alat bantu untuk membaca.
5)      Kaca mata untuk melihat.
6)      Penyakit yang membuat belajar terganggu.
7)      Masalah pendengaran.
8
5
-
4
3
2
1
11
13
8
2
1
11
9
1
2
12
6
4
6
10
-
1
-
8
12
6
-
Situasi Belajar
(Kesehatan Psikis)

(Kognitif)

(Afektif)

(Motivasi)
8)      Perhatian di kelas konteks pembelajaran.
9)      Feedback jawaban dari guru.
10)  Apresiasi yang bagus dari guru.
11)  Nilai yang baik pada mata pelajaran yang saya sukai.
12)  nilai yang baik pada mata pelajaran yang komunikatif
-
10
6
6
1
5
9
14
12
10
12
1
-
2
9
3
-
-
-
-
13)  Konsentrasi.
14)  Kesulitan memahami penjelasan materi dari guru.
10
7
9
9
1
8
-
-
15)  Takut ketika kesulitan memahami materi pelajaran.
3
8
6
3
16)  Disiplin waktu.
17)  Uang saku sebabagai prasyarat.
7
-
6
-
6
6
1
14
Penggunaan Unit-unit
18)  Media pembelajaran
10
9
1
-
Kebalikan B-S
19)  Sistem belajar konsep - praktik.
12
7
1
-
Reward dan Hukuman
20)  Efek reward (hadiah).
21)  Kesadaran atas hukuman.
7
5
10
14
3
1
-
-
Tindakan-tindakan Pedagogis
22)  Kurang percaya terhadap penjelasan yang mengambang.
23)  Tertantang untuk mencari dan mendalami materi dari sumber lain.
1

1
13

17
6

2
-

-
Kapasitas Dasar
24)  Puas atas prestasi yang telah diraih.
25)  Tes IQ membuat siswa semakin termotivasi.
3
7
9
12
8
1
-
-

Berdasarkan sample yang diambil secara acak, gambaran data di atas menunjukkan kecenderungan sebagai berikut:
1)      Mengenai kebiasaan sarapan,  40% siswa membiasakan diri sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
2)      Mengenai konsumsi buah dan sayur, 25% sadar akan makan makanan sehat.
3)      Mengenai daya tahan tubuh, 60% tidak rentan terhadap penyakit.
4)      Mengenai kaca mata sebagai alat bantu untuk membaca, 20% membutuhkan alat bantu untuk membaca dan 40 % sama sekali tidak memliki masalah dengan mata.
5)      Mengenai kaca mata untuk melihat, 15 % benar-benar membutuhkan alat bantu untuk membaca dan 60% tidak memiliki masalah dengan mata.
6)      Mengenai penyakit yang membuat belajar terganggu, 55% siswa merasa terganggu bila dalam menerima pelajaran sedang dalam keadaan sakit.
7)      Mengenai masalah pendengaran, 50% merasa suara guru di dalam menjelaskan materi di dalam kelas kurang keras, dan 50% sisanya tidak merasa terganggu dengan hal demikian.
8)      Mengenai perhatian di kelas dalam konteks pembelajaran, 25% siswa menjawab bahwa dirinya kurang mendapatkan perhatian dari guru dan teman-temannya.
9)      Mengenai Feedback jawaban dari guru, 50% siswa menjawab sangat lebih bersemangat jika guru memberikan feedback kepada mereka, dan 45% siswa menjawab cukup beremangat.
10)  Mengenai apresiasi yang bagus dari guru, 70% siswa lebih bersemangat bila guru mengapresiasi hasil kerja siswa.
11)  Mengenai nilai yang baik pada mata pelajaran yang saya sukai, keseluruhannya 90% siswa memndapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran yang mereka sukai.
12)  Mengenai nilai yang baik pada mata pelajaran yang pembelajarannya komunikatif, keseluruhanya 55% siswa akan tertarik bila guru menerangkan materi dengan cara yang komunikatif.
13)  Mengenai konsentrasi, 50% siswa sangat terganggu dengan kelas yang gaduh, 45% merasa cukup terganggu, dan 5% merasa biasa saja dengan keadaan kelas yang gaduh.
14)  Mengenai kesulitan memahami penjelasan materi dari guru, 35% siswa sangat mengalami kesulitan menerima penjelasan guru, 45% cukup kesuitan dan 20% tidak begitu mendapat kesulitan yang berarti.
15)  Mengenai ketakutan ketika kesulitan memahami materi pelajaran,  55% merasa takut, 30% tidak begitu takut dan 15% sama sekali tidak takut jika menemui kesulitan dalam hal belajar.
16)  Mengenai disiplin waktu, 65% siswa cukup sadar akan disiplin waktu dan 35% masih sering terlambat berangkat ke sekolah.
17)  Mengenai uang saku sebabagai prasyarat berangkat ke sekolah, 100% siswa telah meliki kesadaran untuk tetap berangkat kesekolah meski tidak diberi uang saku, dan 70% diantaranya benar-benar yakin akan hal itu.
18)  Mengenai media pembelajaran, 95% siswa yakin media sangat membantu mereka dlam memahami materi pelajaran, dan 50% yang benar-benar yakin akan hal itu.
19)  Mengenai sistem belajar konsep – praktik, 95% siswa lebih memahami sistem belajar konsep-praktik, dan 60% yang benar-benar yakin akan hal itu.
20)  Mengenai efek reward (hadiah), 85% siswa akan lebih semangat jika di pancing dengan reward sedangkan 15% siswa merasa reward tidak begitu berpengaruh terhadap peningkatan semangat belajar mereka.
21)  Mengenai kesadaran atas hukuman, 95% siswa sanggu menerima hukuman atas kemalasan mereka, namun hanya 25% yang benar-benar sanggup akan hal ini.
22)  Mengenai rasa percaya terhadap penjelasan guru yang mengambang, 70% siswa meragukan guru tersebut dan 30% siswa tidak mempermasalahkan mengenai hal itu.
23)  Mengenai rasa keingintahuan siswa untuk mencari dan mendalami materi dari sumber lain, hanya 5% siswa yang benar-benar merasa tertantang untuk mencari tahu apakah yang disampaikan guru benar adanya atau tidak.
24)  Mengenai kepuasan atas prestasi yang telah diraih, 15% siswa benar-benar merasa puas akan prestasinya, 45% cukup puas dan 40% siswa tidak puas dengan prestasi mereka selama ini.
25)  Mengenai tes IQ yang membuat siswa semakin termotivasi, 95% siswa merasa lebih terpacu untuk giat belajar setelah mengetahui ter IQ-nya, dan 5% siswa merasa tes IQ tidak memberikan perubahan apapun dalam hal motivasi belajar.

Kaitan Teori Kebutuhan Maslow dengan  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa telah disebutkan di awal pembahasan, dari penelitian yang telah dilakukan di sejumlah siswa kelas XI dapat disimpulkan bahwa memang benar adanya, proses belajar siswa dipengaruhi oleh situasi belajar, penguasaan alat-alat intelektual, atihan-latihan yang terpencar, penggunaan unti-unit yang berarti, latihan yang aktif, kebaikan bentuk sistem, efek penghargaan dan hukuman, tindakan-tindakan pedagogis, dan kapasitas dasar.
Jika kita kaitkan anatara faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dengan teori kebutuhan Maslow, rupanya memang benar siswa tidak dapat menerima pelajaran dengan baik jika dalam kondisi perut yang kosong atau keadaan fisik siswa kurang mendapatkan gizi yang baik.
Pada aspek psikis juga perlu kita perhatikan, aspek ini sangat penting dalam proses belajar.
Keadaan psikis meliputi faktor perhatian, kognitif, afektif dan motivasi. Faktor-faktor ini erat hubungannya dengan teori kebutuhan dasar Maslow yang menyebutkan bahwa manusia akan berusaha memenuhi kebutuhan penghargaan, kebutuhan aktualisasi diri, hasrat untuk tahu dan memahami.

Meningkatkan Kiat Belajar Siswa
Untuk meningkatkan kiat belajar siswa, yang perlu diperhatikan adalah memahami situasi belajar, penguasaan alat-alat intelektual, penggunaan unti-unit yang berarti, latihan yang aktif, kebaikan bentuk sistem, efek penghargaan dan hukuman, tindakan-tindakan pedagogis, kapasitas dasar.
Selain yang disebutkan pada uraian di atas, agar siswa dapat lebih merasa dekat kepada pendidik perlu adanya tindakan membangun atmosfer belajar yang lebih hangat, terapkan pola pikir “memanusiakan manusia muda”, sehingga kita dapat menjadi pendidik yang humanis. Dengan demikian kita tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga mendidik. Kita memahami kebutuhan mereka dan senantiasa untuk melengkapinya dengan cara mendengarkan mereka, memberikan perhatian kepada mereka, dan memberikan solusi atas masalah yang tengah mereka hadapi. 

D.      SIMPULAN
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa adalah situasi belajar, penguasaan alat-alat intelektual, latihan-latihan yang terpencar, penggunaan unti-unit yang berarti, latihan yang aktif, kebaikan bentuk sistem, efek penghargaan dan hukuman, tindakan-tindakan pedagogis, kapasitas dasar. Akan tetapi, secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa SMK yang saya gunakan untuk pengambilan sample dianataranya yaitu situasi belajar, kebaikan bentuk sistem, latihan yang aktif, dan latihan-latihan yang terpencar. Faktor-faktor tersebut lebih dominan mengingat dasar pembelajaran mereka adalah kejuruan dan lebih ke arah keterampilan, seperti ketemapilan memasak dan menjahit.
Kiat meningkatkan proses belajar siswa yaitu dengan kembali mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa lalu menggunakan teori kebutuhan dasar Maslow sebagai dasar untuk memahami karakter siswa dan melakukan pendekatan personal kepada siswa yang pada akhirnya berpengaruh kepada hasil belajar siswa.

E.       DAFTAR PUSTAKA
·         Goble, Frank G. 1987. Mazhab Ketiga.   Yogyakarta: Kanisius.
·         Mustaqim, H. 2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.