Masa-masa terakhirku di sekolah ini, saya lakukan apa yang
saya sukai. Ya, daripada hanya bengong tidak ada kerjaan di ruang piket, lebih
baik seperti ini.
Kamis Pahing, sekolah menengah di Jogja menggunakan kesempatan
ini untuk kembali nguri-uri budaya Jawi
dengan mengenakan kebaya. Saya merasa cantik jika mengenakan kebaya. Cantiknya putri
Jawa. Seharusnya gagrak jogja, berhubung adanya busana saya hanya gagrak Solo,
jadi ya gunakan apa adanya saja. Putri Solo membaur dengan masyarakat Jogja,
manis. Event kali ini dilipun oleh transtv. Mungkin ada sekelabat sosok si
Putri Solo ini di liputan wartawan itu. Haha.
Masuk ke kelas sebelas patiseri, kelas yang sebelumnya
membuat perasaan saya nano-nano. Kebetulan saja kelas ini sedang dalam keadaan
jam kosong, saya bebas melakukan hal apapun di sini. Saya bimbing mereka mengerjakan
tugas yang diberikan guru pamong saya, yang entah kemana bakal kosong juga
setelah waktu istirahat.
Saat saya membaur di belakang, tiba-tiba ada guru lain yang
masuk, berdiri di depan papan tulis lalu memberikan pengumuman untuk kelas ini
tentang tugas hari Rabu. Ternyata tidak sebentar beliau di sini, saya duduk
dibelakang dan berkamuflase menjadi murid bersama anak-anak didik saya. Rasanya
aneh, unik, dan lucu. Apa benar saya masih pantas menjadi murid SMA? Hahhhaha
saya menahan tawa di belakang. Apa ibu itu tidak menyadari keberadaan saya. Ya,
mungkin karena kami mengenakan kebaya sehingga rentan usia 6 tahun tidak
terlihat antara saya dengan mereka. Murid saya pun juga berpikir demikian.
Selama di kelas ini saya ling-lung, tak tahu arah
pembicaraan ibu guru dengan murid-murid saya. Danish vla, fruit puff, meat pie,
srikaya danish, sus macaroni, cream horn, dan masih banyak lagi. Kata-kata itu
berputar-putar di kepalaku. Murid-murid dan ibu itu asyik bertanya jawab
tentang rasa untuk isian kata-kata yang asing dan sulit saya cerna tadi, ada
gurih, manis, dan pedas, jujur itu begitu ngambang di otak saya. Dengan itu
saya jadi berpikir, wahhh anak-anak didik saya hebat, mereka begitu semangat
membicarakannya dan merencanakan strategi untuk mengerjakan tugas itu, di
samping itu saya juga malu karena saya begitu awam. Ya, memang orang hebat pada
bidangnya, mereka hebat dalam bidang itu.
Setelah berapa lama, mugkin satu jam pelajaran, ibu guru
menajukan sesi tanya jawab, di akhir sesi, saya angkat tangan. Ibu itu baru
mennyadari keberadaan saya dan tertawa. Yaa.. untunglah saya tidak ditegur
karena nyelonong menyusup jadi siswa kelas xi patiseri. Hhahha. Setelah semua
paham ibu itu berlalu dan anak-anak sibuk membahas tugas mereka.
Ditengah kebingungan saya, rupanya ada siswa yang dapat
membaca jalan pikiran saya, dia datang lalu duduk di sebelah saya. Ada pula
yang duduk melantai di bawah kursi yang saya duduki, agak merasa tidak enak,
masa mereka duduk di bawah saya di atas, tapi mereka enjoy, ya saya ikut enjoy
saja. “Jangan bingung ya, bu.. mikir apa?” Lalu perlahan mereka berceloteh
tentang danish ragout, veg chicken, choco chips, banana danish dan istilah baru
lainnya yang tidak sempat saya tuliskan dalam daftar kosa kata baru milik saya,
cara bercerita mereka sangat bersemangat sehingga terlalu cepat bagi saya untuk
menulis itu. Mereka berbagi ilmu kepada saya, tentang perbedaan danish dengan
puff. Danish dengan yest sedangkan puff tanpa yest, teksturnya berlapis. Lalu
ada yang menyahut, teksturnya seperti roti yang diberikan Isni kemarin. Ohh
yaa, itu.. Waah saya tambah ilmu, tambah banyak mengecap rasa juga di sini.
Kemarin Rabu (29/10), ada salah seorang murid yang memberikan sepotong roti
karya dia. Manis sekali dia, namanya Isni. Rasanya gurih, ada daging ayam dan
rasa mericanya saya suka. Masih banyak lagi rasa yang saya kecap di sini,
benar-benar memperkaya pengalaman saya.
Hari sebelumnya juga lidah saya mendapatkan pengalaman baru
tentang rasa, dua orang chef dari kampus sebelah datang membawa dua buah snack
boks. Di dalamnya ada Chocolate Klappy, Oregano Pizza Bread, Tropical Fruit
Soes, dan Risol kare. Rasanya nikmat, demi apa saja itu. Yaa, semoga saya dapat
mempertahankan orang-orang seperti mereka. Saya dapat belajar dari ini dan dari
mereka.
Saya akan menikmati ini, yaa tinggal beberapa hari lagi di
sini. Saya harus membentuk mood yang baik dan mewarnai hari dengan lebih baik
lagi. Terima kasih, kepada Sang Maha Pengasih telah memberikan berlimpah kasih
sayang di sini.
Do what you love, and love what you do. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar