"Pagiku hilang, langit sudah
petang", ahh itu terlalu mendayu-ndayu. Tetapi hari memang tengah berjalan
menuju petang. Masa yang mulanya muda kini telah menua, ya rasanya seperti
demikian. Sadar akan waktu bahwa sebentar lagi ku kan membawa kaki ini melangkah
ke luar dari gerbang sekolah. Masa praktikku di sekolah ini hampir berakhir.
Planning agaknya sedikit meleset, kucanangkan hari ini mengisi di salah satu
kelas dengan materi Teks Cerita Ulang, cara gampangnya, ini adalah teks yang
hampir mirip seperti menulis diary. Tulisan yang memuat orientasi, even, dan
reorientasi. Karena suatu hal saya tidak dapat masuk di kelas tersebut, padahal
sudah kuusahakan memacu Vario dan
berlari begitu sampai di halaman parkir. Tadinya, di masa akhirku ini akan
kuceritakan masa bahagia saya di kelas ini juga, kekonyolan, ketakutan, hingga
peristiwa misteri, tapi apa daya waktu sekali lagi tak mampu ku rayu.
Saya merampok jam guru matematika, jam yang terjadwal setelah pelajaran saya. Herannya, guru itu justru mempersilakan saya merampok jatah mengajarnya. Lalu apa yang saya lakukan? Saya gunakan momen ini untuk foto bersama dengan mereka. Benar-benar menyenangkan. Rasanya seperti kembali muda 5 tahun yang lalu. hahha. Lalu apa lagi? Saya bagikan mereka sepotong kertas untuk mereka isi kritik, saran, pesan, atau apa saja mengenai saya. Melayang membaca coretan tangan mereka, merasa haru, ada yang saya amini dan ada mimpi-mimpi konyol mereka yang saya harap itu nyata. Yah, seperti itu rasanya.
"Terima kasih ya.. buat pengalaman dan bimbingan selama di sini. Semoga ilmu yg mbak berikan dapat bermanfaat bagi kami. Semoga mbaknya juga makin sukses ya.. Sampai jumpa lain waktu ^^ Arigato Gozainasu :D ." Non Nime. Amin ya deekk :)
"Kritik: Mb Fitri agak sering telat. Saran: Mb Fitri jadi guru B.Indo yg lebih baik lagi ya, kalau bisa besok daftar jadi guru di SMK* ^^ " Non Nime juga, tapi ini objektif, saya menghargai itu. Kalau saya kembali ke sini kalian saat itu pasti sudah pada lulus, dek. :)
"Ngga bisa diungkapin buu.. Pokoknya seneng, ngga bisa diungkapin. Pokoknya ngga rela kalo mbak pergi. Ohh iya, janji mba, kalo nikah undang kita-kita. we <3 u .. bu Fitria.. Jangan kapok ngajar kita." :D Saya geli membaca tulisan ini. Sekali pun saya tidak merasa kapok mengajar kalian.
"Thankyou so much . .. just for you (gambar mawar :D).
Mbak'e Ayu tenin. Semoga gak menyesal kenal dengan kami. Tetap tersenyum bahagia (Y) mbak. Jangan lupakan kami, tapi lupaka kejelekan dari kami.
Lulus skripsi. Makin langgeng sama Mas Pacar. Maafin kami (Y) mbake. Kenanglah kami mbak Fit!
Kalau nikah sama mas pacar (Amin) jangan lupa undangannya yee... " Ini anak, masih kecil mikirnya sampai nikah-nikah. :'D
"Kritik: Mba Fitri kurang tegas, dan kalau berbicara kurang keras. Saran: Harusnya Mb. Fitri lebih tegas dari muridnya. Kesan: Mb. Fitri ga pernah marah, ramah, dan juga murah senyum ({hugh}). Pasti besok kangen deh sama Mb. Fitri. Love Mb. Fitria ({hugh})". Terima kasih adekk, saya bisa memperbaiki itu.
"Pesan dan Kesan: untuk mbak Fitria? Ini dia PPL yang paing baik! Bukannya sok ngebaikin, tapi emang benar kok ^^. Mbak Fitria juga bisa berbaur dengan kami yang (maaf) ramai banget. Pas pelajaran juga ribut, sibuk sendiri-sendiri, tapi mbak Fitria tetap mengajar pelajaran seperti biasa. Terima kasih juga untuk bantuannya selama beberapa bulan ini! Kami sangat terbantu sekali karenanya.
Maafkan kami jikalau sering mengabaikan mbak Fitria saat mengajar kami, mungkin kami sering melakukan hal-hali yang menyimpang dari pembelajaran. Sesungguhnya kami juga bisa tenang kok mbak.
Terima kasih juga telah memberikan informasi tentang Divapress! Nah, kalau ini pasti mbak Fitria tahu kan siapa yang memberikan pesan dan kesan ini? (Ada tulisan jepangnya)" Terima kasih adek, saya kenal dengan tulisan tangan kamu tanpa sebutkan kata kuci itu. Ya, Earleane, seorang siswi yang rapi tulisannya dan selalu memperhatikan penjelasan saya. Terus berkarya, adek. Kembangkan bakatmu menulis, siapa tahu karya kamu bisa saya baca dalam bentuk novel. :)
Masih banyak catatan kecil anak didik saya, tapi ada satu yang membuat saya tergelitik, tertawa, bahkan haru. Fantasi mereka, ya! Ada salah seorang siswa yang menuangkan pikirannya dalam secarik kertas catatan kecil ini. (Susah digambarkan dengan kata-kata) Inisial: K. Mimpi mereka begitu jauh, saya tidak tahu harus bagaimana. Saya hanya bisa mengamini mengingat keadaan hidup tak semudah ketika kita merangkai mimpi.
Apapun yang mereka tuliskan kepada saya itu mebuat saya kuat, membuat saya dapat bercermin. Yah, bercermin. Ada yang harus saya ubah dengan usaha saya tampil tiga bulan ini.
Senja mulai merayu, matahari mulai ngantuk tampaknya. Sesi membimbing siswa menerbitkan buletin hampir selesai. Saya merasa lebih muda rasanya. hahhahha. Terima kasih ya.. Terima kasih pengertian teman yang selalu ada di samping saya, yang mengerti, dan membiarkan saya berceloteh selama ini sedangkan ia ibuk membaur dengan anak-anak. Saya memang tidak berbakat dalam urusan penerbitan buletin, saya hanya bisa mengoceh di dunia ini. Over all, it's make me happy. :D
Saya merampok jam guru matematika, jam yang terjadwal setelah pelajaran saya. Herannya, guru itu justru mempersilakan saya merampok jatah mengajarnya. Lalu apa yang saya lakukan? Saya gunakan momen ini untuk foto bersama dengan mereka. Benar-benar menyenangkan. Rasanya seperti kembali muda 5 tahun yang lalu. hahha. Lalu apa lagi? Saya bagikan mereka sepotong kertas untuk mereka isi kritik, saran, pesan, atau apa saja mengenai saya. Melayang membaca coretan tangan mereka, merasa haru, ada yang saya amini dan ada mimpi-mimpi konyol mereka yang saya harap itu nyata. Yah, seperti itu rasanya.
"Terima kasih ya.. buat pengalaman dan bimbingan selama di sini. Semoga ilmu yg mbak berikan dapat bermanfaat bagi kami. Semoga mbaknya juga makin sukses ya.. Sampai jumpa lain waktu ^^ Arigato Gozainasu :D ." Non Nime. Amin ya deekk :)
"Kritik: Mb Fitri agak sering telat. Saran: Mb Fitri jadi guru B.Indo yg lebih baik lagi ya, kalau bisa besok daftar jadi guru di SMK* ^^ " Non Nime juga, tapi ini objektif, saya menghargai itu. Kalau saya kembali ke sini kalian saat itu pasti sudah pada lulus, dek. :)
"Ngga bisa diungkapin buu.. Pokoknya seneng, ngga bisa diungkapin. Pokoknya ngga rela kalo mbak pergi. Ohh iya, janji mba, kalo nikah undang kita-kita. we <3 u .. bu Fitria.. Jangan kapok ngajar kita." :D Saya geli membaca tulisan ini. Sekali pun saya tidak merasa kapok mengajar kalian.
"Thankyou so much . .. just for you (gambar mawar :D).
Mbak'e Ayu tenin. Semoga gak menyesal kenal dengan kami. Tetap tersenyum bahagia (Y) mbak. Jangan lupakan kami, tapi lupaka kejelekan dari kami.
Lulus skripsi. Makin langgeng sama Mas Pacar. Maafin kami (Y) mbake. Kenanglah kami mbak Fit!
Kalau nikah sama mas pacar (Amin) jangan lupa undangannya yee... " Ini anak, masih kecil mikirnya sampai nikah-nikah. :'D
"Kritik: Mba Fitri kurang tegas, dan kalau berbicara kurang keras. Saran: Harusnya Mb. Fitri lebih tegas dari muridnya. Kesan: Mb. Fitri ga pernah marah, ramah, dan juga murah senyum ({hugh}). Pasti besok kangen deh sama Mb. Fitri. Love Mb. Fitria ({hugh})". Terima kasih adekk, saya bisa memperbaiki itu.
"Pesan dan Kesan: untuk mbak Fitria? Ini dia PPL yang paing baik! Bukannya sok ngebaikin, tapi emang benar kok ^^. Mbak Fitria juga bisa berbaur dengan kami yang (maaf) ramai banget. Pas pelajaran juga ribut, sibuk sendiri-sendiri, tapi mbak Fitria tetap mengajar pelajaran seperti biasa. Terima kasih juga untuk bantuannya selama beberapa bulan ini! Kami sangat terbantu sekali karenanya.
Maafkan kami jikalau sering mengabaikan mbak Fitria saat mengajar kami, mungkin kami sering melakukan hal-hali yang menyimpang dari pembelajaran. Sesungguhnya kami juga bisa tenang kok mbak.
Terima kasih juga telah memberikan informasi tentang Divapress! Nah, kalau ini pasti mbak Fitria tahu kan siapa yang memberikan pesan dan kesan ini? (Ada tulisan jepangnya)" Terima kasih adek, saya kenal dengan tulisan tangan kamu tanpa sebutkan kata kuci itu. Ya, Earleane, seorang siswi yang rapi tulisannya dan selalu memperhatikan penjelasan saya. Terus berkarya, adek. Kembangkan bakatmu menulis, siapa tahu karya kamu bisa saya baca dalam bentuk novel. :)
Masih banyak catatan kecil anak didik saya, tapi ada satu yang membuat saya tergelitik, tertawa, bahkan haru. Fantasi mereka, ya! Ada salah seorang siswa yang menuangkan pikirannya dalam secarik kertas catatan kecil ini. (Susah digambarkan dengan kata-kata) Inisial: K. Mimpi mereka begitu jauh, saya tidak tahu harus bagaimana. Saya hanya bisa mengamini mengingat keadaan hidup tak semudah ketika kita merangkai mimpi.
Apapun yang mereka tuliskan kepada saya itu mebuat saya kuat, membuat saya dapat bercermin. Yah, bercermin. Ada yang harus saya ubah dengan usaha saya tampil tiga bulan ini.
Senja mulai merayu, matahari mulai ngantuk tampaknya. Sesi membimbing siswa menerbitkan buletin hampir selesai. Saya merasa lebih muda rasanya. hahhahha. Terima kasih ya.. Terima kasih pengertian teman yang selalu ada di samping saya, yang mengerti, dan membiarkan saya berceloteh selama ini sedangkan ia ibuk membaur dengan anak-anak. Saya memang tidak berbakat dalam urusan penerbitan buletin, saya hanya bisa mengoceh di dunia ini. Over all, it's make me happy. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar