Kompetensi:
Pemahaman
hakekat remaja sebagai pribadi yang berkembang serta kedudukan remaja dalam
rentang perkembangan manusia.
Pada
awal perkuliahan, kami mempelajari konsep dasar dari psikologi remaja.
Diantaranya kami memperoleh pengertian tentang siapa remaja itu serta apa yang
dimaksud dengan psikologi. Kami membahas beberapa topik mengenai pengertian dan
batasan remaja, stereotip tentang remaja, tahap-tahap perkembanganmanusi dan
khususnya perkembangan remaja, prinsip perkembangan, serta teori-teori
perkembangan. Di sini kami lebih mendalami rentan usia remaja awal hingga
remaja akhir, yaitu dimulai dari usia sebelas tahun hingga delapan belas tahun
untuk remaja puteri, dan usia tiga belas tahun hingga usia sembilan belas tahun
untuk remaja putera. Sebelum akhir perkuliahan dosen menginstruksikan kami
untuk membuat sebuah kelompok yang terdiri dari tiga hingga lima orang untuk
membahas kompetensi dasar berikutnya pada pertemuan selanjutnya.
Kompetensi:
Pemahaman
mengenai perkembangan fisik remaja serta permasalahannya.
Minggu
berikutnya setelah kami mendapatkan pengantar sebagai perkenalan mata kuliah,
kami membahas beberapa topik mengenai hakekat perkembangan fisik, dan
karakteristik perubahan fisik remaja. Pada perkuliahan ini kami memperoleh
informasi mengenai apa saja perubahan fisik yang terjadi pada remaja,
diantaranya perubahan pada mulai aktifnya hormon-hormon reproduksi pada remaja,
perubahan area dada, mulai berfungsinya organ vital, dan adanya perubahan pada
tinggi badan serta perubahan suara yang terjadi baik pada remaja putra maupun
putri.
Melanjutkan
kompetensi yang sama, presentator pada minggu berikutnya membahas topik
mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja dan topik
mengenai isu-isu terkait dengan perkembangan fisik dalam konteks budaya. Dalam
presentasi dijelaskan bahwa ada banyak faktor yag mempengaruhi perkembangan
fisik remaja, diantaranya yaitu faktor ekonomi, faktor kecukupan gizi, faktor
lingkungan yang permisif, faktor kesehatan lingkungan, dan sebagainya. Rupanya
ada banyak isu yang terkait mengenai topik tersebut, diantaranya adalah isu
bahwa makanan cepatsaji membuat pertumbuhan fisik remaja tidak normal, yang
dampaknya membuat obesitas dan majunya masa usia remaja seseorang. Lingkngan
yang sehat sangat mendukung perkembangan remaja ditambah dengan asupan gizi
yang seimbang akan sangan mendukung perkembangan remaja.
Kompetensi:
Pemahaman
mengenai perkembangan kognisi remaja serta permasalahannya.
Pada
kompetensi ini topik yang dibahas oleh presentator yaitu hakekat perkembangan
kognisi remaja, karakteristik perkembangan kognisi remaja, dan faktor yang
mempengaruhi perkambangan kognisi remaja, dijelaska bahwa perkembangan kognisi
adalah pola gerakan atau perubahan dalam proses memperoleh pengetahuan. Menurut
Piaget menekankan bahwa remaja terdorong untuk memahami dunianya karena
tindakannya itu merupakan penyesuaian diri biologis. Sedangkan pada
karakteristik perkembangan kognisi remaja pada usia sebelas hingga lima belas
tahun remaja memasuki tahap Pemikiran Operasinal Formal, kemudian pada usia
lima belas taun masuk pada tahap Pemikiran Operasional Formal Awal, memasuki
usia delapan belas tahun remaja ada pada tahap Pemikiran Operasional Formal
Akhir. Faktor yang mempengaruhi perkambangan kognisi remaja adalah sekma,Adaptasi,
dan Organisasi.
Kompetensi:
Pemahaman
mengenai perkembangan emosi remaja serta permasalahannya.
Pada
kesempatan ini presentator menyajikan topik diantaranya hakekat perkambangan
emosi remaja, serta karakteristik perkembangan emosi dan ciri-ciri kematangan
emosi remaja. Menurut Chaplin mendefinisikan bahwa emosiadlah suatu keadaan
yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang
mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Bentuk emosi diantaranya adalah
amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel dan malu.
Masih
dalam kompetensi yang sama presentator selanjutnya mencoba memaparkan apa saja
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja dan isu-isu terkiat
dengan perkembangan emosi dalam konteks budaya. Jadi yang saya tangkap mengenai
topik faktor-faktor pengaruh perkembangan emosi remaja adalah adanya
penyesuaian diri remaja terhadap perubahan pada fisik mereka, dan adanya naluri
seorang remaja ingin selalu diperhatikan dan ada kaitannya bahwa masa remaja
merupakan masa dimana seseorang belum bisa menata emosi mereka atau dapat
dikatakan usia remaja adalah usia yang labil sehingga butuh perhatian dan
bimbingan dari orang yang ada dsekitar. Isu dalam masyarakat tentang
perkembangan emosi remaja adalah adanya anggapan bahwa remaja rentan terlibat
tindak kekerasan serta tawuran antar pelajar.
Kompetensi:
Pemahaman
mengenai perkembangan sosial remaja serta permasalahannya.
Topik
yang dibahas pada kompetensi ini adalah hakekat perkembangan sosial remaja,dan
karakteristik perkembangan sosial remaja. Pekembangan sosial adalah
perkembangan tingkat hubungan antarmanusia sehubungan denganmeningkatnya
kebutuhan hidup manusia. Perubahan ini diantaranya dalah perubahan dalam
pengelompokan sosial , perubahan dalam berteman, perubahan dalam memperlakukan
teman, perubahan dalam memilih kelompok, dan perubahan dalam sikap dan perilaku
dalam berteman. Karakteristiknya yaitu, timbuknya kesadaran akan dorongan akan
pergaulan, adanya upaya memilih nilai-nilai sosial, meningkatnya ketertarikan
pada lawan jenis, dan mulai cenderung memilih karir tertentu.
Melanjutkan
kompetensi yang sama, kali ini presentator menjelaskan mengenai faktor-faktor
ynag mempengaruhi perkembangan sosial remaja dan isu-isu terkiat dengan
perkembangan sosial dalam konteks budaya. Fsktor yang mempengaruhi perkembangan
sosial remaja adalah karena timbulnya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis.
Dapat dilihat ketika seorang anak masih duduk di bangku SD, mereka cenderung
jauh dari teman lawan jenisnya, seddangkan pada anak yang mulai menginjak
jenjang pendidikan sekolah menengah mereka lebih asyik jiga dalam sebuah
perkumpulan terdapan teman dari lawan jenisnya.
Kompetensi:
Pemahaman
mengenai perkembangan moral remaja serta permasalahannya.
Hakekat
perkembangan moral remaja, dan karakteristik perkembangan moral remaja adalah
topik yang dibahas pada pertemuan kali ini. Salah satu tugas perkemangan remaja
adalah membentuk sistem nilai sebagai pedoman perilaku. Karakteristik
perkembangan moral remaja dapat dimasukkan kedalam tahapan perkembangan moral.
Diaman pada usia nol singga sembilan tahun
ada pada tahapan prakonvensional, usia sembilan hingga lima belas tahun
masuk pada tahap konvensional, usia diatas lima belas tahun masuk pada tahap
pascakonvensional, dan yang terakhir yaitu tahapan prinsip etika universal.
Melanjutkan kompetensi yang sama,
kali ini presentator menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan moral remaja dan isu-isu terkiat dengan perkembangan moral dalam
konteks budaya. Tentunya faktor yang berpengaruh adalah faktor didikan dari
orang tua, lingkungan, dan sekolah. Sedangkan isu terkait perkembangan moral
remaja yaitu seorang anak dilarang makan berdiri, makan yang sopan dengan
tangan kanan dan tidak berkecap, kenudian
tumbuhnya nilai-nilai dimana mencuri itu berdosa, berbohong itu tidak
baik, dan sebagainya.
Kompetensi:
Pemahaman
mengenai perilaku sekusal remaja serta permasalahannya.
Topik dari kompetensi ini adalah
karakteristik perilaku seksual remaja dan perkembangan peran seks pada remaja.
Karaketristiknya diantaranya adalahperubahan ciri kelamin, munculnya hormon
estrogen, dan testosteron, timbulnya perasaan suka kepada lawan jenis, dan
adanya perasaan untuk melindungi atau dilindungi. Sedangkan perkambangan peran
seks pada remaja yaitu pentingnya pendidikan seks di SMP dan SMA, serta belajar
membiasakan diri untuk bergaul terhadap lawan jenis.
Pada pertemuan berikutnya,
presentator menjelaskan mengenai dua topik diantaranya adalah faktor-faktor
yang mempengaruhi perilaku seksual remaja dan isu-isu terkait dengan perilaku
seksual remaja dalam konteks budaya. Faktor utama mengenai hal ini adalah
meningkatnya libido seksualitas, selanjutnya kurangnya informasi tentang seks,
lingkungan, dan pergaulan yang semakin bebas. Sedangkan yang menyangkut isu-isu
dalam konteks budaya adalah adanya ketentuan dimana kalau sudah ciuman
barudapat dikatakan pacaran, adanya variasai dalam hal berpacaran, belum pernah
ciuman dibilang aneh, jika mau berhubungan berarti serius dengan pacar, dan
masih banyak lagi isu terkait perilaku sekusal remaja dakam konteks budaya.
Kompetensi:
Permasalahan remaja di sekolah.
Isu-isu terkait permasalahan
remaja di sekolah dan peran guru dalam mengatasi masalah tersebut. Masa remaja
sangat rentan terhadap masalah, diantaranya, menunjukan prestasi rendah, hasil
yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan, lambat dalam melaksanakan
tugas-tugas belajar, melakukan sikap yang kurang wajar seperti cuek, acuh tak
acuh, dusta, suka berpura-pura dan masih banyak lagi. Rupanya ini tidak bisa
kita anggap remeh. Sebagai seorang pendidik selain kita memberikan pelajaran
kita juga diharapkan untuk mampu membimbing anak agar dapat belajar mengenai
kehidupan dan menerapkan nilai-nilai yang berlaku di dalam lingkungan
masyarakat. Jika tidak demikian, maka siswa akan mudah terjerumus pada hal yang
menyesatkan, seperti pergaulan bebas, miras dan narkoba. Dari perkuliahan in
saya mendapatkan pemahaman bahwa remaja itu butuh kedekatan emosional untuk
menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Pemberian sangsi yang tidak
memposisikan mereka sebagai subjek yang sedang belajar justru membuat mereka
jauh dari kitadan semakin membangkang.