Selasa, 22 Januari 2013

Refleksi Mata Kuliah Psikologi Remaja




Kompetensi:
Pemahaman hakekat remaja sebagai pribadi yang berkembang serta kedudukan remaja dalam rentang perkembangan manusia.
Pada awal perkuliahan, kami mempelajari konsep dasar dari psikologi remaja. Diantaranya kami memperoleh pengertian tentang siapa remaja itu serta apa yang dimaksud dengan psikologi. Kami membahas beberapa topik mengenai pengertian dan batasan remaja, stereotip tentang remaja, tahap-tahap perkembanganmanusi dan khususnya perkembangan remaja, prinsip perkembangan, serta teori-teori perkembangan. Di sini kami lebih mendalami rentan usia remaja awal hingga remaja akhir, yaitu dimulai dari usia sebelas tahun hingga delapan belas tahun untuk remaja puteri, dan usia tiga belas tahun hingga usia sembilan belas tahun untuk remaja putera. Sebelum akhir perkuliahan dosen menginstruksikan kami untuk membuat sebuah kelompok yang terdiri dari tiga hingga lima orang untuk membahas kompetensi dasar berikutnya pada pertemuan selanjutnya.

Kompetensi:
Pemahaman mengenai perkembangan fisik remaja serta permasalahannya.
Minggu berikutnya setelah kami mendapatkan pengantar sebagai perkenalan mata kuliah, kami membahas beberapa topik mengenai hakekat perkembangan fisik, dan karakteristik perubahan fisik remaja. Pada perkuliahan ini kami memperoleh informasi mengenai apa saja perubahan fisik yang terjadi pada remaja, diantaranya perubahan pada mulai aktifnya hormon-hormon reproduksi pada remaja, perubahan area dada, mulai berfungsinya organ vital, dan adanya perubahan pada tinggi badan serta perubahan suara yang terjadi baik pada remaja putra maupun putri.
Melanjutkan kompetensi yang sama, presentator pada minggu berikutnya membahas topik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik remaja dan topik mengenai isu-isu terkait dengan perkembangan fisik dalam konteks budaya. Dalam presentasi dijelaskan bahwa ada banyak faktor yag mempengaruhi perkembangan fisik remaja, diantaranya yaitu faktor ekonomi, faktor kecukupan gizi, faktor lingkungan yang permisif, faktor kesehatan lingkungan, dan sebagainya. Rupanya ada banyak isu yang terkait mengenai topik tersebut, diantaranya adalah isu bahwa makanan cepatsaji membuat pertumbuhan fisik remaja tidak normal, yang dampaknya membuat obesitas dan majunya masa usia remaja seseorang. Lingkngan yang sehat sangat mendukung perkembangan remaja ditambah dengan asupan gizi yang seimbang akan sangan mendukung perkembangan remaja.

Kompetensi:
Pemahaman mengenai perkembangan kognisi remaja serta permasalahannya.
Pada kompetensi ini topik yang dibahas oleh presentator yaitu hakekat perkembangan kognisi remaja, karakteristik perkembangan kognisi remaja, dan faktor yang mempengaruhi perkambangan kognisi remaja, dijelaska bahwa perkembangan kognisi adalah pola gerakan atau perubahan dalam proses memperoleh pengetahuan. Menurut Piaget menekankan bahwa remaja terdorong untuk memahami dunianya karena tindakannya itu merupakan penyesuaian diri biologis. Sedangkan pada karakteristik perkembangan kognisi remaja pada usia sebelas hingga lima belas tahun remaja memasuki tahap Pemikiran Operasinal Formal, kemudian pada usia lima belas taun masuk pada tahap Pemikiran Operasional Formal Awal, memasuki usia delapan belas tahun remaja ada pada tahap Pemikiran Operasional Formal Akhir. Faktor yang mempengaruhi perkambangan kognisi remaja adalah sekma,Adaptasi, dan Organisasi.

Kompetensi:
Pemahaman mengenai perkembangan emosi remaja serta permasalahannya.
Pada kesempatan ini presentator menyajikan topik diantaranya hakekat perkambangan emosi remaja, serta karakteristik perkembangan emosi dan ciri-ciri kematangan emosi remaja. Menurut Chaplin mendefinisikan bahwa emosiadlah suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Bentuk emosi diantaranya adalah amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel dan malu.
Masih dalam kompetensi yang sama presentator selanjutnya mencoba memaparkan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja dan isu-isu terkiat dengan perkembangan emosi dalam konteks budaya. Jadi yang saya tangkap mengenai topik faktor-faktor pengaruh perkembangan emosi remaja adalah adanya penyesuaian diri remaja terhadap perubahan pada fisik mereka, dan adanya naluri seorang remaja ingin selalu diperhatikan dan ada kaitannya bahwa masa remaja merupakan masa dimana seseorang belum bisa menata emosi mereka atau dapat dikatakan usia remaja adalah usia yang labil sehingga butuh perhatian dan bimbingan dari orang yang ada dsekitar. Isu dalam masyarakat tentang perkembangan emosi remaja adalah adanya anggapan bahwa remaja rentan terlibat tindak kekerasan serta tawuran antar pelajar.

Kompetensi:
Pemahaman mengenai perkembangan sosial remaja serta permasalahannya.
Topik yang dibahas pada kompetensi ini adalah hakekat perkembangan sosial remaja,dan karakteristik perkembangan sosial remaja. Pekembangan sosial adalah perkembangan tingkat hubungan antarmanusia sehubungan denganmeningkatnya kebutuhan hidup manusia. Perubahan ini diantaranya dalah perubahan dalam pengelompokan sosial , perubahan dalam berteman, perubahan dalam memperlakukan teman, perubahan dalam memilih kelompok, dan perubahan dalam sikap dan perilaku dalam berteman. Karakteristiknya yaitu, timbuknya kesadaran akan dorongan akan pergaulan, adanya upaya memilih nilai-nilai sosial, meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis, dan mulai cenderung memilih karir tertentu.
Melanjutkan kompetensi yang sama, kali ini presentator menjelaskan mengenai faktor-faktor ynag mempengaruhi perkembangan sosial remaja dan isu-isu terkiat dengan perkembangan sosial dalam konteks budaya. Fsktor yang mempengaruhi perkembangan sosial remaja adalah karena timbulnya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Dapat dilihat ketika seorang anak masih duduk di bangku SD, mereka cenderung jauh dari teman lawan jenisnya, seddangkan pada anak yang mulai menginjak jenjang pendidikan sekolah menengah mereka lebih asyik jiga dalam sebuah perkumpulan terdapan teman dari lawan jenisnya.

Kompetensi:
Pemahaman mengenai perkembangan moral remaja serta permasalahannya.
Hakekat perkembangan moral remaja, dan karakteristik perkembangan moral remaja adalah topik yang dibahas pada pertemuan kali ini. Salah satu tugas perkemangan remaja adalah membentuk sistem nilai sebagai pedoman perilaku. Karakteristik perkembangan moral remaja dapat dimasukkan kedalam tahapan perkembangan moral. Diaman pada usia nol singga sembilan tahun  ada pada tahapan prakonvensional, usia sembilan hingga lima belas tahun masuk pada tahap konvensional, usia diatas lima belas tahun masuk pada tahap pascakonvensional, dan yang terakhir yaitu tahapan prinsip etika universal.
Melanjutkan kompetensi yang sama, kali ini presentator menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral remaja dan isu-isu terkiat dengan perkembangan moral dalam konteks budaya. Tentunya faktor yang berpengaruh adalah faktor didikan dari orang tua, lingkungan, dan sekolah. Sedangkan isu terkait perkembangan moral remaja yaitu seorang anak dilarang makan berdiri, makan yang sopan dengan tangan kanan dan tidak berkecap, kenudian  tumbuhnya nilai-nilai dimana mencuri itu berdosa, berbohong itu tidak baik, dan sebagainya.

Kompetensi:
Pemahaman mengenai perilaku sekusal remaja serta permasalahannya.
Topik dari kompetensi ini adalah karakteristik perilaku seksual remaja dan perkembangan peran seks pada remaja. Karaketristiknya diantaranya adalahperubahan ciri kelamin, munculnya hormon estrogen, dan testosteron, timbulnya perasaan suka kepada lawan jenis, dan adanya perasaan untuk melindungi atau dilindungi. Sedangkan perkambangan peran seks pada remaja yaitu pentingnya pendidikan seks di SMP dan SMA, serta belajar membiasakan diri untuk bergaul terhadap lawan jenis.
Pada pertemuan berikutnya, presentator menjelaskan mengenai dua topik diantaranya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja dan isu-isu terkait dengan perilaku seksual remaja dalam konteks budaya. Faktor utama mengenai hal ini adalah meningkatnya libido seksualitas, selanjutnya kurangnya informasi tentang seks, lingkungan, dan pergaulan yang semakin bebas. Sedangkan yang menyangkut isu-isu dalam konteks budaya adalah adanya ketentuan dimana kalau sudah ciuman barudapat dikatakan pacaran, adanya variasai dalam hal berpacaran, belum pernah ciuman dibilang aneh, jika mau berhubungan berarti serius dengan pacar, dan masih banyak lagi isu terkait perilaku sekusal remaja dakam konteks budaya.

Kompetensi:
Permasalahan remaja di sekolah.
Isu-isu terkait permasalahan remaja di sekolah dan peran guru dalam mengatasi masalah tersebut. Masa remaja sangat rentan terhadap masalah, diantaranya, menunjukan prestasi rendah, hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan, lambat dalam melaksanakan tugas-tugas belajar, melakukan sikap yang kurang wajar seperti cuek, acuh tak acuh, dusta, suka berpura-pura dan masih banyak lagi. Rupanya ini tidak bisa kita anggap remeh. Sebagai seorang pendidik selain kita memberikan pelajaran kita juga diharapkan untuk mampu membimbing anak agar dapat belajar mengenai kehidupan dan menerapkan nilai-nilai yang berlaku di dalam lingkungan masyarakat. Jika tidak demikian, maka siswa akan mudah terjerumus pada hal yang menyesatkan, seperti pergaulan bebas, miras dan narkoba. Dari perkuliahan in saya mendapatkan pemahaman bahwa remaja itu butuh kedekatan emosional untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Pemberian sangsi yang tidak memposisikan mereka sebagai subjek yang sedang belajar justru membuat mereka jauh dari kitadan semakin membangkang.


1 komentar: