Selasa, 22 Januari 2013

RESENSI FILM FREEDOM WRITERS

     FREEDOM Writers adalah film yang diangkat dari kisah nyata dimana di dalamnya mengkisahkan perjuangan guru di Amerika Serikat dalam membangkitkan kembali minat belajar anak-anak didiknya. Tokoh utama dalam film ini adalah Erin Gruwell, seorang wanita yang berras kulit putih dengan latar belakang pendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School sebagai guru Bahasa Inggris untuk mengajar di sebuah kelas yang anak-anaknya merupakan korban pertikaian antargeng atas dasar ras. 
    Tujuan utama Erin adalah mengajar, namun sebelumnya dia kurang paham bagaimana karakteristik kepribadian anak didiknya. Pada hari pertamanya mengajar, ia baru menyadari bahwa yang dia hadapi bukanlah hal yang sepele. Rupanya pertikaian tersebut berdampak di dalam kelas dimana dalam sebuah kelas tersebut terbagi menjadi beberapa kelompok yang menjadikan ras sebagai pembedanya.
      Erin mulai memahami kondisi mereka, pada suatu kesempatan dia mencoba menaklukkan murid-muridnya dengan meminta mereka menulis buku harian. Di buku harian itu, mereka boleh menulis apa pun yang mereka inginkan, rasakan, dan alami. Pada awalnya tidak satu pun dari mereka yang merespon, namun akhirnya ada salah satu muridnya yang maju dan mengambil buku tersebut. Rupanya cara ini berhasil. Buku-buku harian dari para murid-muridnya setiap hari kembali pada Erin dengan tulisan mereka tentang apa yang mereka alami dan mereka pikirkan setiap hari. Dari buku tersebut Erin mendapatkan ide untuk mempertemukan anak-anak tersebut dengan Anne Frank, korban Holocaust.
       Walaupun semua usahanya itu tidak didukung oleh rekan-rekan guru yang lain dan pihak sekolah, Erin terus maju. Bahkan, dia rela mengorbankan waktu luangnya untuk bekerja sambilan demi membeli buku-buku bacaan yang berguna  bagi para muridnya.Erin juga mendapatkan pertentangan dari suaminya, suaminya menganggap bhwa usaha Erin pada akhirnya akan sia-sia.
      Freedom Writers membuat kami sadar bahwa dalam mencapai suatu tujuan kita harus rela berkorman, meskipun dari pihak lain ada yang meragukan usaha kita. Film ini juga mampu memberikan gambaran kepada kami bagaimana situasi pertikaian antar geng yang suatu saat dapat merenggut nyawa kami. Film ini juga memberikan hiburan kepada kami, menyuguhkan suatu hal yang baru, bukan hanya sekedar film untuk hburan, melainkan film ini juga membarikan suatu makna dan pelajaran yang penting bagi kami yang pada nantinya juga bergerak dlam bidang pendidikan.
      Film Fredoom Writers merupakan film yang diambil dari kisah nyata, dari film tersebut kami memperoleh informasi bahwa di Amerika , khususnya di Woodrow Wilson, dulunya merupakan area rawan konflik. Masyarakat yang hidup di sana selalu khawatir tentang keamanan mereka.  Permasalahan-permasalah remaja yang ditampilkan di film ini juga cukup dekat dengan permasalah remaja pada umumnya, tentang pencarian jati diri dan pelanggaran-pelanggaran peraturan untuk mengukuhkan eksistensi diri.  
Film ini terdapat sebuah fakta menarik yaitu salah satunya ada pada adegan saat murid-murid Erin bertemu dengan orang-orang korban Holocaust. Yang berperan menjadi korban Holocaust adalah benar-benar korban Holocaust sendiri. Dalam adegan tersebut murid Erin tercengang mendengar keterangan dari para korban. Dan menarik lagi, saat murid-murud erin menyaksikan tanyangan bagaimana mengerikannya situasi pada saat itu, dan tanyangan tersebut bukanlah rekayasa. Bukti-bukti lain yang mengarahkan bahwa film itu diambil dari kisah nyata yaitu adanya dokumen-dokumen berupa tulisan tangan dari korban yang meninggal, serta foto-foto korban. Korban Holocous tidak pandang bulu, bahkan anak yang masih belia mati di peristiwa yang mengerikan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar